Month: October 2016

LSPR Choir Kembali Persembahkan Media Emas Untuk Ibu Pertiwi 

(bisnistoday)–LSPR Choir  dibawah asuhan Mr. Giovanni Tomasowa (Conductor) dan Ms. Renata Tirta Kurniawan (Choreographer) merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa LSPR-Jakarta yang kembali mengukir prestasi berskala internasional pada perjalanannya sejak 18-27 Oktober 2016 lalu mengikuti dalam “The 5th Canta Al Mar Festival Coral Internaciaonal” yang diselenggarakan di Calella, Spanyol. Sebanyak 50 group paduan suara dari 25 negara yang mengikuti kompetisi yang diselenggarakan oleh Interkultur, sebuah lembaga penyelenggara perlombaan choir terkemuka di tingkat dunia. Dalam kompetisi ini, LSPR Choir berhasil menjadi “Campeon de la Categoria” (Grand Champion) kategori POP (Gold Level IV), “Campeon de la Categoria” (Grand Champion) kategori Folklore (Gold Level V) dan pada kategori Jazz, LSPR berhasil meraih Gold Medal Level II. Pencapaian LSPR Choir kali ini membuat mereka mendapatkan sertifikat kualifikasi sekaligus surat undangan untuk berlaga di salah satu kompetisi tertinggi di dunia yaitu Grand Prix of Nations di Riga, Latvia yang akan dilaksanakan pada bulan juli 2017. Sebuah laga yang sangat kompetitif, dimana tidak semua grup choir mendapatkan kesempatan berlaga disana karena hanya group choir yang pernah menjadi Grand Champion, dan tentunya memperoleh undangan dari panitia. Konsep baru yang dipersiapkan LSPR Choir pada “The 5th Canta Al Mar Festival Coral Internaciaonal” khususnya dalam kategori folklore (cerita rakyat) membuahkan hasil yang memuaskan. LSPR Choir dari Indonesia mendapatkan peringkat pertama (GOLD V) dengan point 25,10, disusul oleh Cantabile Girls’ Choir dari Inggris mendapatkan peringkat Dua dengan point 24,45...

Read More

Indonesia Ditargetkan Jadi Negara Ekonomi Digital pada 2020

(bisnistoday)-Indonesia ditargetkan menjadi negara dengan ekonomi digital pada 2020 mendatang. Didukung oleh adanya dorongan perluasan akses digital ke seluruh lapisan masyarakat, maka tidak mustahil Indonesia nantinya dapat menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. “Perluasan akses dan pemanfaatan aplikasi digital dapat semakin memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ekonomi Indonesia dalam bentuk pertumbuhan industri kreatif,” ujar Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, dalam siaran pers, Senin (31/10). Rudiantara mengemukakan, pemerintah terus mendorong penggunaan sistim digital di tengah-tengah masyarakat dengan melaksanakan bebagai layanan digital yang semakin luas di seluruh Indonesia. Itu mengakibatkan, seluruh masyarakat akan semakin dapat menikmati berbagai manfaat digital sesuai dengan target pemerintah. “Karena itu, Indonesia diharapkan dapat menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara,” tukasnya. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia bersama dengan seluruh operator dan komunitas telekomunikasi nasional menyelenggarakan Digital Running for Innovation dan Digital Market serta Pameran OTT yang berlangsung di Plaza Barat Gelora Bung Karno, Jakarta. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Bakti Postel ke-71 dengan tema “Revolusi Digital Menuju Indonesia Hebat”. Tema acara tahunan kali ini sejalan dengan visi Pemerintah 2020 untuk menjadikan Indonesia menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar se-Asia Tenggara. “Tema tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan aplikasi digital guna mendukung kemajuan perekonomian bangsa,” imbuhnya....

Read More

Pendapatan Reliance Group Melonjak 10 Kali Lipat

(bisnistoday)-PT Reliance Capital Management (Reliance Group) bersama anak-anak usahanya mencatat pendapatan Rp76,1 miliar per September 2016 atau melonjak hampir 10 kali lipat dibanding periode yang sama pada 2015 sebesar Rp7,3 miliar. Adapun, laba sebelum pajak (pretax profit) tumbuh 14% dari Rp52,7 miliar menjadi Rp60,2 miliar per September 2016. Demikian diungkapkan Anton Budidjaja, CEO dan Founder Reliance Group. Anton mengemukakan, bisnis perusahaan jasa keuangan di bawah naungan Reliance Group bertumbuh positif sejak awal tahun, didukung situasi makro ekonomi dan domestik yang membaik. Sinergi semua anak usaha akan mendukung kami berperan sebagai wealth manager untuk segmen masyarakat menengah ke bawah. “Lonjakan pendapatan Reliance Group itu menujukkan model bisnis yang kami yakini cukup baik,” imbuhnya dalam siaran pers, Jumat (28/10). Anton menuturkan, sinergi Reliance Group dengan anak-anak usahanya berkomitmen untuk meningkatkan pemerataan ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya segmen menengah ke bawah. Reliance Group menaungi berbagai perusahaan jasa keuangan di sektor pasar modal, asuransi, dan pembiayaan, antara lain: PT Reliance Securities Tbk, PT Reliance Manajer Investasi, PT Asuransi Reliance Indonesia (konvensional dan syariah), PT Asuransi Jiwa Reliance Indonesia, PT Usaha Pembiayaan Reliance Indonesia, dan PT Reliance Modal Ventura. Saat ini, Reliance Group melayani lebih dari tiga juta nasabah direct dan indirect. Mayoritas nasabah Reliance Group berasal dari segmen menengah ke bawah. Dengan dukungan layanan jasa keuangan tiga pilar, yakni Investasi, proteksi (asuransi), dan Pembiayaan, Reliance Group optimistis dapat melayani 50 juta nasabah direct maupun...

Read More

Bank Dunia Tetap Proyeksikan Pertumbuhan PDB Indonesia 5,1% pada 2016

(bisnistoday)-Bank Dunia hingga akhir pekan lalu tetap memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar 5,1% untuk 2016 dan sekitar 5,3% untuk 2017. Pertumbuhan PDB tersebut tetap didukung oleh tingginya tingkat konsumsi domestik. Selain itu, hal tersebut juga akan tergantung pada tingginya investasi swasta di Indonesia. Menurut laporan Bank Dunia bertajuk “Laporan Ekonomi Triwulanan Indonesia, Oktober 2016: Tekanan Mereda”, perekonomian Indonesia tetap bertahan kuat karena adanya perbaikan manajemen fiskal. Akan tetapi, berbagai risiko eksternal terhadap perekonomian Indonesia tetap ada, termasuk rendahnya pertumbuhan ekonomi global dan gejolak pasar keuangan. Adapun berbagai risiko fiskal domestik dapat berkurang berkat penyesuaian anggaran 2017. Laporan tersebut menyebutkan, salah satu upaya pemerintah mengurangi risiko fiskal dilakukan dengan melaksanakan program pengampunan pajak (tax amnesty) yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir ini. Penerimaan yang tinggi dari pelaksanaan program ini dapat membantu mengurangi risiko fiskal. Dalam program amnesti pajak tahap pertama, pemerintah telah memperoleh penerimaan pajak sekitar Rp93,4 triliun, atau sekitar 56,6% dari total penerimaan pajak melalui tiga tahap program tersebut. Dalam laporan tersebut, Bank Dunia juga mendiskusikan ketahanan pangan, termasuk dampak subsidi pemerintah; bagaimana meningkatnya sertifikasi guru belum membuat capaian belajar siswa menjadi lebih baik; analisa bagaimana akses layanan air, sanitasi, dan kebersihan bisa membantu mengurangi stunting dan kemiskinan....

Read More

Gali Potensi Bisnis, KADIN Indonesia Sambangi Pengusaha Malaysia

(bisnistoday)–Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama para delegasi bisnis melakukan pertemuan dengan pengusaha Malaysia, bertempat di Kuala Lumpur, Malaysia. Sejumlah agenda untuk membicarakan peningkatan potensi perdagangan kedua negara dijadwalkan. Dalam kunjungan tersebut, Delegasi Indonesia dipimpin langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani yang membawa para pimpinan Kadin dan pengusaha, mendampingi Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita yang turut hadir dalam acara tersebut. Selain bertemu dengan para pelaku bisnis yang tergabung dalam Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE), delegasi Indonesia juga bertemu dengan PM Malaysia Najib Razak yang didampingi oleh Minister of International Trade & Industry Malaysia, Dato Sri Mustapa Mohamed. Menurut Rosan, ajang pertemuan tersebut bertujuan untuk menggali potensi- potensi bisnis yang masih terbuka luas diantara dua Negara. Ia menambahkan, upaya- upaya untuk meningkatkan perdagangan dan investasi sudah dilakukan oleh pemerintahan kedua negara melalui Joint Trade and Investment Committee (JTIC) sebagai forum G to B termasuk yang terbaru mengenai pembahasan perdagangan lintas batas. “Kita juga punya Malaysia- Indonesia Business Council yang secara aktif memberikan kontribusi terkait informasi hambatan bisnis dan potensi bisnis yang bisa digali. Malaysia dan Indonesia harusnya bisa menggali potensi kerjasama perdagangan dan investasi yang lebih besar lagi mengingat banyak kedekatan sejarah, bahasa dan budaya antara masyarakat dua negara yang bisa menjadi modal awal”, jelas Rosan. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani mengatakan Presiden Joko Widodo dan PM Najib Razak sebelumnya...

Read More
  • 1
  • 2