Bisnistoday.com– Dalam rangka memeriahkan konferensi Pemuda Islam Dunia (International Conference on Islamic Youth Education – ICIYE 2017) dengan peserta pemuda dari anggota negara-negara Islam yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam / OKI, akan mengadakan Islamic Young Entrepreneur Festival bekerjasama dengan pelaksana event, PT Bintang Karya Sarana di Bandung, pada 6-8 Oktober 2017 mendatang.

Menurut President OIC Youth, Tantan Taufik Lubis, OIC Youth adalah Pemuda Organisasi Kerjasama Islam atau Pemuda OKI, sebuah institusi payung bagi organisasi pemuda Islam Indonesia yang konsen terhadap isu isu strategis pemuda dan Dunia Islam. Mengupas tema-tema sentral dan strategis seperti isu pendidikan, keagamaan, kesehatan, toleransi dan kerukunan Umat Beragama serta lainnya.

“Kegiatan ini bernilai startegis, karena membuat generasi muda Islam semakin berdaya Dan memiliki daya tawar. Pemuda Islam semakin dilihat dan diperhitungkan kiprahnya di pentas nasional maupun global. Selain itu, kita juga ingin memperkuat kebersamaan generasi muda Islam, menyatukan Seluruh komponen Ummat dan Bangsa Indonesia agar tentunya merasa bangga menjadi tuan rumah, karena biasanya kita selalu menjadi tamu dan hanya hadir di banyak kesempatan di negara lain. Kini, dengan menjadi tuan rumah, kita mempunyai kesempatan yang besar untuk membangun soliditas antara pemuda Islam dan khususnya kepada sesama anak bangsa,” katanya, Jakarta 12/09/17.

Tantan Taufik Lubis mengatakan akan diselenggarakan juga Islamic Young Entrepreneur Festival. “Jika event konferensi bicara soal wacana, Visi dan langkah-langkah besar ummat Islam ke depan, maka di Islamic Young Entrepreneur Festival Ini Akan lebih fokus kepada  langkah riil berupa penataan basis ekonomi pemuda Islam, kegiatan yang menyatukan generasi muda Islam dari sisi pengembangan ekonomi dan kewirausahaan,” katanya.

Tolub, Sapaan akrab Presiden OIC youth Ini menegaskan bahwa jika semua negara Islam anggota OIC ini menjalin kerjasama bisnis dengan Indonesia, maka produk-produk lokal yang berasal dari UMKM Indonesia juga pasti dapat tumbuh dan besar di seluruh dunia.

“Imbasnya akan kembali kepada kesejahteraan generasi muda Islam Indonesia, dan berkontribusi nyata pada penguatan ekonomi Indonesia,” katanya dengan semangat berapi-api.

Dan, kata Tolub, event ini juga punya pesan khusus sebagai medium untuk mengenalkan Islam yang rahmatan lil alami versi Indonesia ke dunia internasional.

“Kita ingin memberikan keteladanan bagaimana bersikap toleran Dan damai bersama dalam keberagaman, karena itu di belakangnya tema besar kegiatan Ini ada kata a lesson learn from Indonesia, kita akan berikan pembelajaran bagaimana Indonesia bertoleransi dalam beragama seperti yang ada Sekarang ,” ujar Asia Pasific Board Member of ICYF-DC ini.

Hal tersebut diamini oleh Erma Zein, Direktur PT Bintang Karya Sarana, sebagai penyelenggara kegiatan Islamic Young Entrepreneur Festival,  yang ingin mengggugah kesadaran Pemuda Islam agar menjadi pelaku ekonomi yang produktif dan berkontribusi lebih besar pada negara.

Menurutnya, Islamic Young Entrepreneur Festival ini mengambl tema “Reviving Islamic Entrepreneur To The Modern World” ini adalah event yang ingin membangun kesadaran akan pentingnya kiprah pengusaha muslim untuk dapat meningtkatkan kualitas kewirausahaan dan kemandirian ekonomi secara bersama-sama.

Selain itu ini sarana konektivitas antara wirausaha muda dari 56 negara OIC, sarana tukar menukar informasi bisnis, link and match kebutuhan dan peluang perdagangan dan bisnis antara negara Islam.

“Event ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran pengusaha muslim untuk saling support dan bahu membahu demi kebangkitan ekonomi ummat Muslim di Indonesia,” kata CEO Bintang Karya Sarana ini.

Tolup pun senada, Indonesia harus menjadi penggerak utama dari penyelanggaraan konferensi ini harus punya misi. “Salah salah satu misi kita adalah agar para anggota delegasi yang terdiri dari para pengusaha muslim dunia bisa membeli produk-produk kita, Bahkan berinvestasi di  Indonesia. Karena kita tidak hanya punya produk unggulan, namun juga punya market yang besar. Kita harus piawai membaca postur kepentingan dan kebutuhan negara-negara tersebut, ada share benefit di sana, selain ada koalisi secara politik, ikatan ekonomi bisa lebih merekat,” katanya.

Sebagai Presiden Pemuda OKI, Tolub juga mengajak peran serta aktif para pemuda Islam yang ada di berbagai Organsisasi, baik kepemudaan Islam atau pun komunitas-komunitas bisnis untuk mensupport event ini secara maksimal dengan hadir dan berinteraksi langsung dengan berbagai perwakilan negara-negara Islam.

Selain itu, kelebihan lainnya dari event ini adalah kita akan disuguhkan berbagai pemikiran yang berasal dari para pemimpin aktivis pemuda Islam Indonesia multi back ground organisasi. “Agar efek maslahatnya dapat dirasakan, sebaiknya semua pemuda Islam hadir di sini,” katanya.

Untuk diketahui, Dari level nasional yang akan hadir pada event tersebut adalah perwakilan pemuda Islam dari berbagai organisasi Indonesia seperti HMI, PII, IMM, PMII, GPII, IPPNU, Fatayat NU, Pemuda Persis, Pemuda PUI, Alwasliyah, Mathlaul Anwar Dan lainnya. Ada juga dari HIPMI, KADIN, Syabab Hidayatullah dan lain-lain.

Selain itu, berbagai komunitas wirausaha juga akan hadir menyemarakkan event konferensi dan festival ini seperti TDA, Pengusaha NU, Pengusaha Muhammadiyah, KPMI, dan berbagai organisasi lainnya. Bahkan, Sosial entrepreneur pun akan hadir, seperti Aksi Cepat Tanggap Dompet Dhuafa, Rumah Sakit, BNN, BNPT, kementerian Pemuda dan Olahraga, Menkop UKM, Dewan mesjid, MUI dan lembaga lainnya.

Adapun Tokoh dan Public Figure yang akan hadir antara lain Ketua Umum MUI, KH. Ma’ruf Amin, Ilmuwan Entrepreneur Ilham Habibie, Chairul Tanjung, Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga, Menkop UKM puspayoga serta Perwakilan dari Kementerian Luar Negeri , kedutaan negara asing di Indonesia dan beberapa perwakilan Organisasi Massa Islam lainnya di Indonesia.

Tolub juga berharap, para ketua dan fungsionaris organisasi kepemudaan Islam yang notabene banyak menjadi pengurus inti di OIC Youth Indonesia, untuk dapat mem-publish dan mengenalkan kegiatan ini kepada anggotanya. Dewi