Bisnistoday – Dampak peningkatan status Awas Gunung Agung tidak hanya berdampak kepada manusia tetapi juga 1hewan. Menurut catatan Dinas Peternakan dan kesehatan hewan, terdapat sekitar 20.000 ekor sapi yang berada di daerah rawan. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 5.600 ekor sapi yang berada di pos penampungan.

“Pemindahan ternak diperlukan agar pemiliknya tidak masuk ke zona rawan dengan alasan mencari rumput atau melihat ternaknya.Saat ini ada sekitar 41 pos penampungan peternak di Kota Denpasar dan sisanya tersebar di enam kabupaten lain di bali,”ujar I Ketut Nata Kusuma, Koordinator Satgas Peternakan dan kesehatan hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bali, Bali, 10/10/17.

Lebih lanjut Nata kusuma menjelaskan keengganan peternak untuk memindahkan ternak mereka ke penampungan karena kawatir ternak mereka mengalami cidera saat pemindahan dan sulit mencari pakan.

Menyikapi hal tersebut, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) mengirimkan bantuan pakan ternak sebanyak 74 Ton Pakan Sapi ke Posko Logistik Tanah Ampo. Pengiriman pakan sapi tersebut dilakukan JAPFA secara bertahap untuk menjaga pasokan ketersediaan pakan sapi.

“JAPFA memberikan bantuan 24 ton pakan konsentrat dan sekitar 50 ton pakan hijauan untuk sapi. Bantuan diberikan bertahap agar di setiap pos penampungan terdapat supply yang stabil,”ujar R. Artsanti Alif, Head of Corporate Communication & Social Investment Department PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA).

Selain itu JAPFA juga telah melakukan evakuasi ayam milik peternak di sekitar Kabupaten Karangasem.

“JAPFA juga telah melakukan evakuasi Ayam yang berada di kandang peternak yang sudah memiliki berat memadai. Sedangkan yang masih terlalu muda kami pindahkan ke kandang-kandang lain milik perusahaan ataupun mitra,” ujar Rachmat Indrajaya, Corporate Affairs Director JAPFA. Dewi