infomoneter.com– PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berkomitmen meningkatkan kualitas UMKM sebagai salah satu motor penggerak perekonomian Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggelar Pelatihan bagi 100 Pengusaha UMKM mengenai pembuatan Laporan Laba Rugi Untuk Usaha Mikro & Kecil. Pelatihan ini dibuka oleh Kepala BCA Kantor Cabang Utama (KCU) Pekalongan Andreas Andy Christianto. 

Hadir sebagai narasumber Senior Officer Divisi Bisnis Komersial dan SME BCA (DBKM) Suryawati Widjaja dan Vice President Divisi Pembelajaran & Pengembangan BCA Lim Wayan Setiady di Pekalongan, Senin (9/10). Pelatihan ini sendiri dilakukan selama 2 hari, yakni Senin dan Selasa, 9 dan 10 Oktober yang masing-masing diikuti 50 peserta. 

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, jumlah usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) di Indonesia mencapai 59 juta pelaku usaha yang mana kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional mencapai 60,34% setahun, dengan pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai (PPN) yang dibayarkan oleh sektor itu mencapai Rp47 triliun. “UMKM telah menjadi salah satu penopang perekonomian Indonesia, bahkan telah terbukti memiliki daya tahan tinggi saat terjadi krisis moneter dan krisis global. Namun, beragam faktor membuat UMKM sulit berkembang, diantaranya ketiadaan laporan keuangan yang akhirnya membuat UMKM sulit mengakses pendanaan, terutama dari bank. Oleh karena itu, untuk mendorong semakin banyak jumlah UMKM yang dapat mengakses pendanaan, kami mengadakan pelatihan pembuatan laporan laba rugi bagi UMKM,” ujar Andy.

Dengan adanya laporan laba rugi, UMKM dapat menilai usahanya berkembang atau tidak. Ketika usaha mencatatkan kerugian, pelaku UMKM dapat segera mengevaluasi bisnisnya dan mencari cara agar usahanya dapat mencatatkan keuntungan. Di lain pihak, apabila usahanya telah mencatatkan keuntungan, pelaku UMKM dapat fokus menghasilkan inovasi-inovasi terbaru sehingga usahanya semakin berkembang. 

Selain mempelajari pembuatan laporan laba dan rugi, para pelaku UMKM juga akan mendapatkan pemaparan mengenai produk-produk serta layanan perbankan yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha mereka. “Semoga Pelatihan Bakti BCA bagi Pelaku UMKM ini berkontribusi mengembangkan serta meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM di Kota Pekalongan yang perlu untuk terus menerus digiatkan oleh seluruh pihak, termasuk BCA,” tambah Andy.

Selain digelar di Kota Pekalongan, Pelatihan UMKM telah digelar di Kota Malang dan Semarang. Ke depannya BCA akan menggelar pelatihan di Kota Banyuwangi dan beberapa kota lainnya. “Pelatihan UMKM ini kami gelar sebagai perwujudan Solusi Bisnis Unggul BCA di bawah payung Bakti BCA yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat agar mampu bertumbuh dan mencapai kemajuan secara mandiri.” tutup Andy. (Kormen)