Articles worth reading

Eksbis

IPO, RS Hermina Berencana Miliki 40 Rumah Sakit di  2020 Paparan publik Rumah Sakit Harmina di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

IPO, RS Hermina Berencana Miliki 40 Rumah Sakit di 2020

person access_time18-04-2018

(Bisnistoday.com)-PT Medikaloka Hermina Tbk (Rumah Sakit Harmina) sebagai induk perusahaan rumah sakit Hermina,  menawarkan 351,4 juta saham baru atau 11,8% dari modal disetor setelah dengan harga Rp 3.700-Rp 5.000 per saham. Dari aksi korporasi tersebut, perusahaan akan mendapatkan dana Rp 1,3 triliun-Rp 1,76 triliun. Penawaran saham bukan hanya dilakukan di dalam negeri. Manajemen perusahaan dan joint lead underwriters akan melaksanakan roadshow di Kuala Lumpur, Singapura, dan Hong Kong

Pada pelaksanaan IPO ini, RS Hermina menunjuk empat penjamin pelaksana emisi efek, yakni PT Citigroup Sekuritas Indonesia, PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas.

Direktur Medikaloka Hermina Aristo Setiawidjaja mengatakan, meskipun perusahaan belum resmi menawarkan sahamnya kepada publik, permintaan yang masuk dari sejumlah investor institusi diperkirakan mampu menyerap seluruh saham yang ditawarkan perusahaan.

 "Ada private equity, asuransi, dana pensiun, dan perusahaan pengelola reksadana yang berminat. Kalau soal alokasi untuk investor retail, itu tergantung penjatahan dari Mandiri Sekuritas selaku penjamin emisi," kata Aristo usai paparan publik di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

 Sementara Direktur Utama DBS Vickers Sekuritas, Hendra Purnama, mengatakan, saham baru yang akan dilepas ke publik tersebut setara dengan 11,8 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Selain itu, akan  menjatahkan saham kepada karyawan sebanyak-banyaknya dua juta lembar dari saham IPO melalui program Employee Stock Aplication (ESA).

“RS Hermina juga memberikan opsi saham ke manajemen dan karyawan sebanyak-banyaknya 3 persen dari modal disetor dan ditepatkan setelah IPO melalui program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP),”ujarnya.

Hendra merincikan, dana hasil IPO akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit baru, pembelian peralatan medis. Pembayaran utanng dan pembiayaan kegiatan operasional yang masing-masing sebesar 25 persen.

Rencananya, penawaran awal dilaksanakan pada 18-26 April 2018 dan diharapkan mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 7 Mei 2018. Sehingga, penawaran umum bisa dilakukan pada 9-11 Mei 2018 dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 16 Mei 2018.

 Medikaloka memiliki model bisnis yang berbeda dengan jaringan rumah sakit lainnya. Untuk pembangunan setiap rumah sakit baru, Medikaloka bermitra dengan para dokter. Medikaloka memiliki porsi saham 68%-70% pada setiap rumah sakit sedangkan sisanya dimiliki oleh para dokter.

 "Dengan memiliki saham minoritas, para dokter akan memperhatikan kualitas dan lebih loyal," kata Aristo.

 Menurutnya, model bisnis seperti ini diterapkan di Bangkok Dusit Medical Services yang merupakan penyedia layanan kesehatan terbesar di Thailand. Perusahaan akan menambah 4 rumah sakit setiap tahun sehingga total rumah sakit yang dimiliki menjadi 40 rumah sakit pada 2020.

Hingga akhir 2017, perusahaan memiliki 28 rumah sakit yang tersebar di 17 kota, terdiri atas 6 RSU kelas B dan 22 RSU kelas C yang memiliki 2.400 dokter spesialis.

 Pada 2017, pendapatan Medikaloka tumbuh 19,9% menjadi Rp 2,68 triliun sedangkan EBITDA mencapai Rp 574,9 miliar. Pada periode yang sama, jumlah pasien rawat jalan tumbuh 26,7% menjadi 4,5 juta pasien sedangkan pasien rawat inap tumbuh 28,6% menjadi 242.741 pasien. Rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) pendapatan Medikaloka dalam tiga tahun terakhir mencapai 25,2%. Sementara itu, rata-rata pertumbuhan tahunan EBITDA perusahaan dalam tiga tahun terakhir mencapai 30,8%.

Perusahaan menjadwalkan masa pembentukan harga (bookbuilding) pada 18-26 April 2018. Jika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan pernyataan efektif pada 7 Mei 2018, penawaran umum akan dilakukan pada 9-11 Mei 2018. Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilaksanakan pada 16 Mei 2018. (kormen)

folder_opentags

Penulis

Kormen Barus

Penulis bisnistoday.com

Artikel Lain