Articles worth reading

Sosok

Nisa Bakri, Memadukan Citarasa Malaysia dan Indonesia Puan Sri Shariffa Nisa Bakri

Nisa Bakri, Memadukan Citarasa Malaysia dan Indonesia

person access_time26-08-2018


Bisnistoday- Jam menunjukkan pukul 15.00 WIB disuatu hari di daerah Bulungan, Jakarta Selatan. Saya (penulis) mendapat kehormatan mewawancarai salah satu entrepreneur sukses dan menginspirasi kaum perempuan di Malaysia. Sebut saja Puan Sri Shariffa Nisa Bakri atau yang lebih dikenal dengan Nisa Bakri.

Saya pun tidak sabar untuk segera bertemu dengan Nisa Bakri. Tak berapa lama kemudian, sayup-sayup terdengar beberapa orang berbicara dengan logat Melayu dan menghampiri saya bersama dengan teman-teman media lainnya.

"Hai maaf agak sedikit telat karena tadi kami ke Mangga Dua dulu dan jalanan sedikit macet", sapa Nisa Bakri dengan ramah kepada awak media, di hotel Grand Mahakam, Jakarta, 17/8 lalu.

Nisa Bakri pun meminta ijin kepada kami, untuk ganti baju dan merapikan make up di kamarnya. Dan kami dipersilahkan untuk menunggu disalah satu ruangan yang telah dipersiapkan.

Bagi masyarakat tanah air, nama Nisa Bakri memang belum terkenal karena ia bukanlah artis. Tapi di Malaysia, nama Nisa Bakri sudah tidak asing lagi dan identik dengan dunia kuliner. Bahkan Nisa Bakri dilabelkan sebagai maestro kuliner, dan selebriti chef di negaranya.

Kecintaan Nisa Bakri pada dunia kuliner justru menghantarkan dirinya bisa menjadi seperti saat ini. "Passion saya memang di kuliner. Dulu saya pernah bekerja bagian finance selama lebih dari 10 tahun. Tapi seperti ada yang kurang dan itu bukan dunia saya," ujarnya.

Lanjut Nisa Bakri, ia pun lantas keluar dari pekerjaan tersebut dan menekuni hobi memasaknya. Berbagai masakan ia coba dan berani memadukan bumbu-bumbu agar mendapatkan rasa berbeda dari yang sudah ada. Hasilnya, luar biasa nikmat karena ada perpaduan rasa antara Malaysia dan Indonesia didalamnya.

"Saya memang suka dengan masakan Indonesia terutama masakan Sunda. Saya melihat ada kesamaan rasa antara Malaysia dan Indonesia yakni sama-sama suka dengan sambal. Ternyata banyak yang suka dengan masakan saya dan ingin dibuatkan lagi," ujarnya sambil tertawa.

Dirinya pun sempat memiliki ide untuk membuka restoran, namun ditepisnya karena tidak tahu cara memulainya. Akhirnya ia memberanikan diri membuat buku masakan yang berisi resep masakannya. Buku pertama ber judul "I Am Not A Chef" diluar dugaan mendapat animo yang sangat baik di Malaysia.

"Di buku ini saya ingin mengajak perempuan yang tadinya tidak bisa masak, mau belajar memasak. Saya ingin perempuan yang sudah menikah dapat memasak minimal satu masakan untuk suami atau keluarga tercinta,' ujar istri dari mantan Wakil Kepala Kepolisian Kerajaan Malaysia, Tan Sri Mohd Bakri Mohd Zinin.

Lanjut Nisa Bakri, akan ada buku ke dua yang berisi 80 resep masakan. Dan rencananya tahun ini juga buku tersebut bisa segera dirilis

Nisa Bakri pun blak-blakan jika ia tidak pernah mengenyam pendidikan kulin­er secara formal, namun di tangan dinginnya inilah, Nisa Bakri pandai meracik berbagai masakan.

Sambal Rasa Dua Negara

Tidak sampai hanya disini, Nisa Bakri juga mengeluarkan produk perencah atau bumbu jadi dengan label Nisa Bakri, seperti Asam Pedas Perencah Segera dan Kari Ikan Perencah Segera.

"Perencah ini saya buat agar ibu-ibu muda yang tidak bisa masak dan tidak memiliki banyak waktu di dapur bisa menggunakan perencah ini. Selain menghemat waktu juga memasak menjadi lebih menyenangkan," ungkap Nisa Bakri.

Dan tidak lama lagi, Nisa Bakri juga akan mengeluarkan Sambal Rasia dan Sambal Chili yang akan dirilis di tanah air. Kedua sambal ini memiliki citarasa yang khas dan akrab dengan lidah orang Indonesia.

"Uniknya sambal ini dibuat di pabrik Surabaya dengan sistem joint. Saya belum memiliki pabrik sendiri mengingat cost juga tinggi. Dengan adanya kerjasama ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar," ujarnya sambil tersenyum.

Hingga kini, permintaan untuk import ke luar negeri ada, seperti negara Hongkong, China dan lain sebagainya, dengan kapasitas mencapai 5.000-10.000 botol per bulan.

Nisa Bakri mengakui jika harga sambalnya memang sedikit lebih mahal, jika dibandingkan dengan produk yang sudah ada di pasaran. Hal ini dikarenakan sambalnya memakai bahan premium, tidak memakai msg, pengawet dan lainya.

"Ada satu tali persaudaraan Indonesia dan Malaysia. Persaudaraan juga bisa dijalin melalui masakan. Seperti resep saya yang terinspirasi dari Bali, Ayam Lemak Betutu yang sangat disuka di Malaysia karena padu­an antara lezatnya masakan Indonesia dan Malaysia," ujar Nisa Bakri.

Indonesia bagi Nisa Bakri memang tidak asing lagi. Baru-baru ini Nisa Bakri menjadi bintang tamu, di Festival Bu­nga Tomohon, Sulawesi Utara.

Dan yang lebih membanggakan, pada bulan September mendatang, Nisa Bakri akan men­jadi salah satu perempuan yang mengisi pagelaran London Fashion Week lewat masakannya. Nisa Bakri akan mem­perkenalkan cita rasa masakan Malaysia, yang akan coba digabung­kannya dengan cita rasa masyarakat Eropa.dw

folder_opentags

Penulis

Artikel Lain