Articles worth reading

Umum

IFW 2019 Angkat Budaya Kalimantan “IFW 2019 akan mengangkat budaya Kalimantan yang amat kaya.

IFW 2019 Angkat Budaya Kalimantan

person access_time25-01-2019

Bisnistoday-Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) akan menggelar kembali ajang tahunan fashion dan budaya Indonesia pada akhir Maret 2019.

Ajang yang masuk tahun ke 8 ini mengambil tema "Cultural Values" yang sesuai dengan konsisten dan komitmen APPMI untuk terus mengembangkan dan mempromosikan kekayaan khasanah budaya Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi nasional.

Gelaran ini juga mempermudah promosi budaya dalam era ekonomi global yang makin tak terbatas, upaya untuk mengangkat warisan budaya nasional menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk pelaku industri fashion.

Acaranya sendiri digelar pada tanggal 27 - 31 Maret 2019 di Jakarta Convention Center (JCC)
yang dimeriahkan oleh ratusan pelaku bisnis fashion dan perancang busana dari berbagai penjuru Nusantara.

Lebih dari 20 peragaan busana yang menampilkan desain busana terbaik dari sederet perancang busana ternama tanah air akan digelar.

“IFW 2019 akan mengangkat budaya Kalimantan yang amat kaya. Belum banyak yang mengangkat khasanah budaya Kalimantan, padahal rumpun masyarakat Kalimantan yang terdiri dari beberapa etnis utama yaitu; Melayu, Dayak, Banjar, Kutai dan Dayak Paser makin memberikan nuansa unik dari khasanah budaya Kalimantan. Pada seluruh desain tempat penyelenggaraan IFW 2019 hingga busana para icon model, dapat kita lihat ilustrasi perisai, flora dan fauna yang merupakan ciri khas Kalimantan, yang digunakan desainer sebagai sumber inspirasi dan imajinasi rancangan mereka, sehingga budaya Kalimantan dapat makin dikenal luas melalui hasil karya para perancang busana,” papar Poppy Dharsono, Presiden IFW/ Ketua Umum APPMI, ditemui saat press conference APPMI di Jakarta, 23/01/2019.

Lanjut Poppy Dharsono, Sebagian budaya suku-suku Kalimantan merupakan hasil adaptasi, akulturasi dan asimilasi unsur-unsur budaya dari suku-suku yang menempati wilayah Kalimantan, contohnya; sarung Samarinda, sarung tenun Pagatan, benang bintik (batik Dayak Ngaju), kain Sasirangan (Banjarmasin), khasanah budaya yang memukau inilah yang patut kita dukung bersama.

Ragam kekayaan budaya Indonesia telah menjadi salah satu kontributor kunci bagi perkembangan pesat industri fashion Indonesia. Dengan mengusung khasanah warisan budaya Nusantara, IFW 2019 diyakini dapat menjadi salah satu peluang untuk mempromosikan kekayaan budaya dan wisata Indonesia ke manca negara.

Penyelenggaraan IFW dari tahun diharapkan dapat menjadi sarana promosi wisata khususnya Kalimantan melalui industri fashion. Dewi

folder_opentags

Penulis

Artikel Lain