Articles worth reading

Finance

Tahun 2019 PT UWTL Replanting 500 hektare PT Unggul Widya Teknologi Lestari (UWTL) perusahaan  perkebunan sawit di Baras, Sulawesi

Tahun 2019 PT UWTL Replanting 500 hektare

person access_time17-05-2019


Tahun 2019 PT UWTL Replanting 500 hektare


Bisnistoday-Setiap tanaman akan mengalami penurunan produksi setelah melampaui umur tertentu, termasuk juga pada tanaman kelapa sawit. Untuk itu, replanting atau penanaman kembali sangat dibutuhkan.


Adalah PT Unggul Widya Teknologi Lestari (UWTL) perusahaan  perkebunan sawit di Baras, Sulawesi, yang berdiri sejak  tahun 1988 terus melakukan replanting pada kebun inti maupun kebun Plasma. Ditanam mulai tahun 1990, saat ini pohon sawit sudah berusia 29 tahun. Sebagian pohon sawit di kebun inti sudah mulai direplanting (penanaman kembali) sejak 5 tahun terakhir, yang sebagian sudah berbuah. 


Abdul Kadir Shammy, Senior Manager Kebon Int PT. UWTL mengatakan, tujuan dari replanting kelapa sawit, yakni untuk meningkatkan produktivitas tanaman yang sudah menurun dengan cara meremajakan tanamannya. 


"Semakin tua umur tanaman, maka batangnya semakin tinggi. Pada umur 25 tahun, tinggi batang mencapai di atas 12 meter sehingga sulit mengambil buahnya. Selain itu berbahaya jika mengambil dengan ketinggian seperti itu. Maka itu diperlukan penanaman kembali bibit," ujar Abdul, Rabu (1/5).


Untuk tahun ini, lanjut Abdul Kadir, pihaknya akan melakukan replanting sebanyak 350 hektar di kebun Inti 1 dan Inti 2. Untuk kebun rakyat kami rencanakan setiap tahunnya 500 hektare, namun sebenarnya untuk 800 hektare sudah siap di replanting.


UWTL sendiri telah menyiapkan bibit pohon kelapa sawit hingga 62.000 bibit berusia tujuh bulan untuk selanjutnya akan dipindahkan ke lahan pada umur 12 bulan. 


UWTL sendiri memiliki luas kebun inti sebesar 6.348 hektare (ha) dan kebun plasma 6.140 ha, perusahaan menghasilkan CPO sebanyak 10.000 ton per bulan (dengan rendemen 21-22 persen).


Dan saat ini, Indonesia menjadi penghasil terbesar minyak kelapa sawit di dunia dengan volume sebesar 46 juta ton per tahun. Meski saat ini harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sedang tertekan, nyatanya komoditas ini telah memberikan devisa sebesar 20,54 miliar dolar AS (data GAPKI Tahun 2019)


Bibit Unggul Buah Unggul


Menurut Badan Pusat Statistik tahun 2018, hingga 2016 total luas kebun kelapa sawit di Mamuju Utara sendiri mencapai 42.805 hektar, dengan status 28.417 hektar menghasilkan, 13.679 hektar belum menghasilkan, dan 709 hekter rusak. 


Melihat data tersebut, lahan sawit yang belum menghasilkan dipastikan adalah lahan baru yang setidaknya baru mulai ditanam tahun 2013, dan 709 hektar sebagian adalah kebun sawit lama yang mulai tidak produktif.


"Disini kami juga menyediakan bibit kelapa sawit yang dijual kepada para petani dengan harga Rp45 ribu per bibit. Yang kami jual disini bibit unggul siap tanam. Kami juga mengantisipasi agar petani tidak tertipu dengan bibit kelapa sawit palsu. Memang harganya lebih murah Rp25 ribu tapi efeknya negatif hingga tahunan," tambahnya. 


Lanjut Abdul Kadir, penggunaan bibit palsu akan merugikan petani, baik dari segi biaya, waktu maupun produksi TBS yang dihasilkan. Dengan penggunaan bibit yang berkualitas, tanaman sawit mampu menghasilkan 24 ton TBS per ha per tahun dengan rendemen 21-22 persen.


"Jika pakai bibit palsu hanya menghasikan sekitar 12 ton TBS per ha per tahun dengan rendemen 17-18 persen. Kalau bibit palsu kelihatan TBS nya kecil, cangkangnya saja tebal tapi daging buahnya tipis sehingga kandungan CPO yang dihasilkan rendah," katanya.


Untuk satu hektare lahan memerlukan 140 batang benih dengan jarak tanam 9x9 meter. Setidaknya untuk melakukan replanting, dibutuhkan dana sebesar Rp25 juta per ha dengan menggunakan dana yang dikelola oleh Badan Pengelola Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS). Dewi

 

folder_opentags

Penulis

bisnis today

bisnis today

Artikel Lain