Articles worth reading

Eksbis

INKOWAPI-SAHARA Siapkan Rp 250 Miliar untuk Penguatan Agen dan Modal bagi 5000 Warung Tradisional Se DKI Jakarta Komunitas Sahara

INKOWAPI-SAHARA Siapkan Rp 250 Miliar untuk Penguatan Agen dan Modal bagi 5000 Warung Tradisional Se DKI Jakarta

person access_time21-08-2019

 

 

Kegiatan bertajuk ‘Perkuatan Keagenan dan Permodalan 5.000 Warung Tradisional se-DKI Jakarta di GOR Cempaka Putih, di  GOR Cempaka Putih, Rabu (21/8/2019)

Bisnistoday.com, Jakarta-Keberadaan warung tradisional semakin tersaingi dengan masifnya kehadiran ritel modern maupun mini market hingga supermarket.

Ir. Sharmila, M.Si, Penggagas komunitas SAHARA (Sahabat Usaha Rakyat), mengatakan, ada bebera faktor utama yang menjadi sebab tergerusnya warung tradisional. Yaitu, dia tidak mendapatkan akses pada sumber barang dengan harga yang murah, tidak memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan usahanya.

Pelaku usaha warung tradisional  kerap kesulitan mendapatkan akses permodalan untuk meningkatkan kapasitas maupun daya saing usahanya. Sekalipun mendapatkan permodalan, pedagang warung tradisional mendapatkan pinjaman yang tidak wajar, dan memiliki bunga yang besar, sebab, pinjaman tersebut bukan dari perbankan atau lembaga keuangan. Belum lagi kehadiran para pelaku bisnis online, hal ini semakin menggerus pasar bagi pelaku usaha warung.

Kondisi itu mendorong komunitas SAHARA membantu  pedagang warung yang kebanyakan para ibu-ibu untuk pengembangan usahanya, mulai dari permodalan, aplikasi teknologi dan pembekalan pemasaran dan manajemen warung.

“Ya umumnya warung tradisional berjalan apa adanya, dikelola secara tradisional dan turun temurun. Soal pendapatan pun umumnya tidak ada pergerakan yang signifikan. Dalam rangka itu Sahara bersama INKOWAPI (Induk Koperasi Pengusaha Wanita Indonesia) berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta, Bank BNI, bersama-sama berperan dalam meningkatkan taraf hidup para pengelola warung tradisional. Kita bantu permodalannya,”ujar sosok  cantik dan low profile ini, di  Gelanggang Olahraga (GOR) Cempaka Putih, Rabu (21/8/2019)

Sharmila menyebut, dalam kegiatan bertajuk ‘Perkuatan Keagenan dan Permodalan 5.000 Warung Tradisional se-DKI Jakarta’ yang dihadiri oleh 1.000 pengelola warung se-Jakarta Pusat, ada tiga permodalan yang akan diberikan kepada pelaku usaha warung.

Yaitu, permodalan Rp50 juta tanpa bunga dan agunan yang diberikan dalam bentuk barang dagangan. Totalnya mencapai Rp 250 miliar.  Kedua, pihaknya  juga memberikan permodalan berupa pemberian mesin EDC, mesin kasir untuk bayar-bayar.

“Kami berikan gratis dan bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan tambahan. Ketiga, BNI hadir memberikan permodalan tanpa bunga dan agunan, dimana 5.000 warung di DKI akan diberi pinjaman masing-masing Rp20 juta,” jelasnya.

Selain memberikan permodalan, Sahara juga terus memberikan sejumlah eduksi bagi para pengelola warung.

Untuk tenaga monitoring pihak SAHARA menjalin kerjasama dengan mpok (panggilan wanita betawi-red) yang berada di setiap kelurahan. Satu  kelurahan satu mpok. Mpok ini yang melakukan monitoring dan mengevaluasi setiap warung yang ada di kelurahannya.

“Di DKI Jakarta kami berencana membina hingga 30 ribu warung hingga 2020. Base-nya 1 RT 1 warung, itu yang akan kami kerjakan ke depan. Untuk barang kami sudah bekerjasama dengan 200 supplier. Saat ini kami fokus dulu di DKI, berkolaborasi dengan berbagai pihak,” demikian Sharmila.

Sharmila, yang juga menjabat Ketua Umum Inkowapi, itu mengatakan, kegiatan Inkowapi selama ini adalah membina para pengusaha perempuan baik mikro kecil dan menengah. 

"Kami melihat potensi besar dari warung-warung sembako yang dikelola ibu-ibu. Karena itu, melalui Sahara kami tergerak melakukan sesuatu membantu mereka," katanya.

 

 

 

 

folder_opentags

Penulis

Tim Riset

Tim Riset

Artikel Lain