Articles worth reading

Eksbis

Enam Developer Ternama Bersatu dalam Komite Koridor Timur Jakarta  

Enam Developer Ternama Bersatu dalam Komite Koridor Timur Jakarta  

person access_time26-09-2019
 

 

 


(Kiri-Kanan) Presiden Direktur PT PP Properti Tbk. Taufik Hidayat, ExecutiveDirector PT Summarecon Agung Tbk. Albert Luhur, Director PT Jababeka Tbk. Sutedja S. Darmono, GM Sales & Marketing PT Sirius Surya Sentosa (Vasanta Innopark) Suranto Tjhai, dan Sales & Marketing Director PT Pollux Properti Indonesia Tbk. Maikel Tanuwidjaja berpose bersama usai menandatangani MoU Komite Koridor Timur di Menara Batavia, Jakarta, Selasa (1/10).

 
Bisnistoday.com, Jakarta- Bertempat di Menara Batavia, Jakarta, Selasa (1/10/2019), enam developer ternama Indonesia, bersatu dan membentuk Komite Koridor Timur Jakarta,  sebagai terobosan baru untuk semakin mengukuhkan kawasan tersebut sebagai destinasi hunian dan investasi yang tidak kalah dengan berbagai kawasan lainnya di Jakarta.
 
Developer tersebut antara lain: Director PT Summarecon Agung Tbk. Albert Luhur, Director PT Jababeka Tbk. Sutedja S. Darmono, Presiden Direktur PT PP Properti Tbk. Taufik Hidayat, Sales & Marketing Director PT Pollux Properti Indonesia Tbk. Maikel Tanuwidjaja, GM Sales & Marketing  PT Sirius Surya Sentosa (Vasanta Innopark) Suranto Tjhai, 
 
Adapun koridor Timur Jakarta yaitu Bekasi, Cikarang, dan Karawang adalah jantung penting bagi perekonomian Indonesia yang pada tahun 2018 mencapai Rp14,8 triliun berdasar pada data Produk Domestik Bruto (PDB), tumbuh 5,17 persen lebih tinggi dari capaian tahun 2017. Setidaknya lebih dari 60% aktivitas perekonomian nasional disumbang oleh Koridor Timur Jakarta yang 70%-nya berpusat di Bekasi-Cikarang.
 
Kini, kawasan Koridor Timur Jakarta dengan luas mencapai 10.000 Ha ini tumbuh menjadi aset properti unggulan yang didalamnya sudah dilengkapi dengan pusat bisnis, gaya hidup, destinasi hunian, pusat industri, dan pusat lapangan pekerjaan. Pengembangan pesat dan lengkapnya fasilitas yang menjamin kenyamanan hidup memberikan dampak pada permintaan dan kebutuhan hunian.
 
Berbagai pengembang properti di Timur Jakarta turut menyumbang dalam pemenuhan kebutuhan pasar tersebut, di antaranya: Summarecon Bekasi seluas 240 Ha, Pollux Properti Indonesia seluas 45 Ha, PP Properti seluas 28 Ha, Vasanta Innopark seluas 100 Ha, Lippo Cikarang seluas 3400 Ha dan Jababeka seluas 5600 Ha.
 
Fasilitas kesehatan berkualitas pun mudah ditemui, mulai dari Rumah Sakit Hermina, Rumah Sakit Siloam, RS Awal Bros, RS Grha MM2100, OMNI Hospitals, RS St. Elizabeth, RB dan Klinik CMC, hingga Rumah Sakit Mitra Keluarga. Kemudahan yang sama dirasakan dalam hal fasilitas pendidikan, karena di Koridor Timur Jakarta ada beragam pilihan sekolah berkualitas internasional hingga jenjang perkuliahan, seperti Sekolah Islam Al Azhar, Sekolah Kristen Penabur, Sekolah Pelita Harapan, Hikari Japanese School, President University, Binus University hingga ITB Technopark.
 
Dalam hal pemenuhan kebutuhan leisure, culinary dan recreation hadir Waterboom Lippo Cikarang, Restoran Seribu Rasa, Restoran Bandar Djakarta, Restoran Alam Sari, Summarecon Mall Bekasi, Living Plaza Jababeka, Mal Lippo Cikarang, Chadstone Mall, Citywalk Lippo Cikarang, Mayfair Plaza Indonesia, Orange County Mall, Hollywood Junction Jababeka, Lagoon Avenue Bekasi dan yang akan hadir Japanese Retail Facilities Jababeka, Japanese Shopping Street yang menyatu dengan Vasanta Mall serta Mall Summarecon Emerald Karawang. Hotel bintang 3 hingga bintang 5 pun tak sulit ditemukan, siap merangkul berbagai kalangan yang membutuhkan penginapan atau tempat pertemuan hingga berbagai perayaan.
 
Begitu pun dengan area terbuka hijau yang tersebar di banyak lokasi dan fasilitas olahraga yang telah lengkap, seperti Lapangan Golf berskala Internasional (Jababeka Golf & Country Club), Jababeka Eco Park, Stadion internasional Patriot Candrabaga dan Wibawa Mukti yang telah digunakan sebagai venue event olah raga ASIAN Games 2018, didukung dengan Car Free Day (CFD) baik di Kota Bekasi maupun Kabupaten Bekasi sebagai pendukung gaya hidup sehat.
 
Koridor Timur Jakarta juga memiliki akses yang mudah, komplit, dan terintegrasi dengan tol Jakarta–Cikampek sebagai pusat pembangunan infrastruktur Pemerintah Indonesia. Sepuluh proyek yang sedang berjalan, antara lain:
 
1. Proyek lanjutan Tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu) Seksi 2B,
2. Jalan Tol elevated highway Jakarta – Cikampek,
3. Light Rail Transit (LRT) yang telah mencapai Bekasi Timur,
4. Kereta Cepat Jakarta – Bandung,
5. Mass Rapid Transit (MRT) fase III Balaraja – Cikarang,
6. Jakarta Outer Ring Road (JORR) tahap 2 dari Bandara Soekarno Hatta – Cilincing sepanjang 111 kilometer,
7. Automated People Mover (APM) yang mengoneksikan kawasan Industri di Koridor Timur Jakarta,
8. KRL Commuter Line Double-Double Track (DDT) sepanjang 35 kilometer,
9. Pelabuhan Patimban dengan terminal cargo yang dapat mencakup hingga 7,5 juta TEUs,
10. Bandara Internasional Kertajati yang sudah beroperasi sejak Juli 2019.
 
Selain itu, kemudahan dari dan menuju Koridor Timur Jakarta ditandai dengan lengkapnya transportasi massal yang praktis dan mudah seperti KRL Commuter Line Jakarta-Cikarang, Feeder Busway, JR Connexion, Transjakarta yang terintegrasi dengan Transpatriot serta Royaltrans.
 
Kehadiran Komite Koridor Timur Jakarta yang terdiri dari Summarecon Bekasi, Summarecon Emerald Karawang, Jababeka, Lippo Cikarang, Vasanta Innopark, Pollux, dan PP Properti ini akan menjadi terobosan baru untuk semakin mengukuhkan kawasan tersebut sebagai destinasi hunian dan investasi yang tidak kalah dengan berbagai kawasan lainnya di Jakarta.
 
Dengan lengkapnya beragam fasilitas yang ditawarkan, para anggota komite nantinya akan lebih mengintegrasikan berbagai keunggulan dari masing-masing developer yang sudah ada di dalamnya. Dalam hal ini akan dilakukan berbagai kegiatan marketing dan branding yang lebih terintegrasi untuk saling mendukung satu sama lain, diantaranya yaitu kegiatan Talkshow hingga Exhibition bersama yang rencananya akan diadakan dalam waktu dekat. 
 
Saat ini Koridor Timur Jakarta juga telah menjadi kawasan industri terbesar di Asia Tenggara yang mampu menyerap jutaan tenaga kerja. Lebih dari 50.000 industri dari setidaknya 30 negara, baik nasional maupun mulitinasional beroperasi di kawasan industri kelas dunia seperti: Kawasan Industri MM2100, Jababeka Industrial Estate, Delta Silicon Industrial Park Lippo Cikarang, Bekasi International Industrial Estate, dan East Jakarta Industrial Park (EJIP).
 
Kehadiran industri, pembangunan infrastruktur yang lengkap, serta peran serta developer ternama dalam menghadirkan hunian menjadikan Koridor Timur Jakarta sebagai destinasi investasi dan hunian yang paling potensial. Captive market yang terus bertambah setiap tahunnya memberikan prospek bisnis yang paling tepat dan menjanjikan bagi para investor baik nasional dan internasional.
 
Albert Luhur - Executive Director PT Summarecon Agung Tbk., menjelaskan, Koridor Timur Jakarta ke depannya akan menjadi koridor yang sangat penting, karena nantinya akan saling terintegrasi hingga ke Jawa Timur melalui pembangunan infrsatruktur yang masif. Tak bisa dipungkiri, awalnya memang kawasan Timur Jakarta lebih dulu dikenal sebagai kawasan industri, namun beberapa tahun kemudian, kawasan residensial di sini justru terus berkembang dan menjadi kawasan hunian yang sangat nyaman. Apalagi, dari sisi harga wilayah timur Jakarta masih cukup affordable dibanding wilayah lainnya. Karena itu Timur Jakarta menjadi opsi investasi yang lebih baik untuk saat ini.
 
“Ke depan, masyarakat tidak lagi berbicara jarak tempuh, tapi waktu tempuh. Dan koridor timur sangat mendukung hal tersebut melalui berbagai transportasi yang telah dibangun Pemerintah. Maka, tak heran masyarakat nantinya akan sangat nyaman tinggal di wilayah koridor timur.“Melalui Komite Koridor Timiur Jakarta ini, harapannya, sejumlah pengembang dapat bersinergi untuk menyampaikan berbagai kelebihan atau plus point yang ada di koridor Timur Jakarta,” ujarnya.
 
Sementara Sutedja S. Darmono -  Director PT Jababeka Tbk., mengatakan, pembentukan komite ini sebenarnya berawal dari tukar pikiran bersama antara teman-teman developer yang ada di wilayah timur Jakarta terkait permasalahan yang sama mengenai image kawasan koridor timur Jakarta yang secara tidak langsung turut berdampak pada sisi pemasaran yaitu mengenai kemacetan dan kawasan industri. 
 
Padahal, image ini sebenarnya tidak tepat. Sebab, macet itu lebih dikarenakan adanya pembangunan infrastruktur. Dan, ke depannya, kemacetan tersebut nantinya akan berakhir seiring selesainya pembangunan infratruktur tersebut. Nah, terkait image sebagai kawasan industri, yang patut diingat koridor timur itu adalah light to medium industry yaitu kawasan indutri yang ringan atau tidak menciptakan polusi seperti daerah industri lainnya. Sehingga sangat nyaman sebagai kawasan hunian.”
 
“Pada awal 2020 mendatang, diprediksi koridor timur akan semakin lancar seiring beroperasinya sejumlah infrastruktur transportasi di kawasan ini. Bahkan, diprediksi efektif untuk mengurangi kemacetan hingga 40 persen,”
 
Menurutnya, saat ini akan ada 10 infrastruktur baru yang dibangun di koridor Timur Jakarta, yaitu Elevated Toll Road, Kereta api double double track, LRT, MRT , kereta cepat Jakarta Bandung, Cikampek Layang, JORR 2, Jalur Cikampek Selatan, Kereta cepat Jakarta – Surabaya, Pelabuhan Patimban serta Bandara Kertajadi. Berbagai infrastruktur ini cukup lengkap dan tidak ada di wilayah barat Jakarta.”
 
“Ke depannya diharapkan Komite ini akan saling bersinergi untuk membangun bersama. Misalnya, melakukan pemasaran atau kampanye bersama untuk mendobrak image negatif yang selama ini telah berkembang di masyarakat, yaitu kemacetan dan kawasan industri. Dari sani baru nantinya kita akan bergerak ke hal lain, misalnya, pembangunan infrastruktur bersama dan lain-lain,” ujarnya.
 
Sementara Suranto Tjhai -  GM Sales & Marketing PT Sirius Surya Sentosa, melihat saat ini, di Negara maju infrastruktur itu adalah salah satu faktor utama yang akan menaikkan investasi properti. Dan, koridor timur Jakarta sangat berpotensi untuk mengikuti hal tersebut. Sebab, secara keseluruhan, infrastruktur Koridor timur Jakarta paling lengkap dan paling siap dibanding kawasan lainnya. Dan, yang perlu diingat, tidak dari sisi infrastruktur saja, namun juga kawasan industrinya, serta fasilitas pendukung seperti pendidikan, kesehatan dan  mall.
 
Maikel Tanuwidjaja  - Sales & Marketing Director PT Pollux Properti Indonesia Tbk., melihat potensi timur Jakarta sangat baik, hal ini dapat dilihat dari 7 proyek yang dikembangkan Pollux, setidaknya ada 3 proyek terletak di koridor timur dengan total pengembangan seluas 45 hektar.”
 
“Dari awal kami melihat koridor timur sangat seksi, salah satunya dapat dilihat dari perkembangan infrastruktur yang masif. Hanya saja, ke depan, bagaimana caranya secara bersama-sama kita dapat mengubah image yang selama ini telah terbentuk sebagai kawasan industri menjadi kawasan hunian yang nyaman dengan berbagai kelebihannya,” tandas Maikel.
 
Sementara Taufik Hidayat  - Presiden Direktur PT PP Properti, Tbk., mengatakan, dari sisi ruang korior Timur Jakarta cukup luas karena pengembangannya berpotensi hingga ke wilayah Kertajati. Di sisi lain, tingkat polusinya rendah, fasilitas pendidikannya ngga kalah dengan koridor barat. Harga juga lebih affordable dibanding barat. Sehingga dapat dilihat bahwa Kita sangat optimis jika koridor timur tempat yang layak untuk berinvestasi hunian. PP Properti sendiri memiliki total luas lahan sebesar 160 hektar mencakup wilayah Bekasi, Cikarang dan Kertajati.”
 
Melihat peluang kerjasama ini, Ali Tranghanda - CEO Indonesia Property Watch, mengatakan, dari kacamata industri properti, Kawasan Timur Jakarta memang relatif agak tertinggal dibanding wilayah barat Jakarta. Namun, itu dulu, sebelum adanya pembangunan infrastruktur yang masif di wilayah koridor Timur Jakarta. Karena itu, secara keseluruhan Kawasan koridor Timur Jakarta ini harus di branding atau disosialisasikan karena sangat banyak kelebihan yang dapat diexpose. Dari segi geografis, Timur Jakarta merupakan pintu gerbang yang menghubungkan kawasan Jakarta ke berbagai kota besar yang ada di Pulau jawa.”
 
Lukas Bong - Ketua Umum DPP AREBI, mengatakan, peta properti di Jakarta itu yang paling sengit perkembangannya adalah Timur dan Barat. Rute timur begitu panjang dan luas, namun, kenapa developer cenderung memilih barat daripada timur, hal ini tak terlepas dari letak geografisnya. Selain itu, faktor wilayah barat lebih dulu berkembang sebagai kawasan hunian juga berpengaruh. Namun, yang harus diperhatikan, koridor timur itu sangat lengkap dalam berbagai hal dan dari segi fasilitas tidak kalah dibanding wilayah barat,”
 
“Selama ini banyak orang melirik properti wilayah barat salah satunya karena fasilitas pendidikan yang lengkap, padahal jika ditilik lebih dalam wilayah Timur Jakarta juga tidak kalah. Di beberapa kawasan perumahan bahkan sudah banyak tersedia fasilitas pendidikan berstandar internasional. AREBI menyambut cukup baik dengan terbentuknya komite ini, karena dengan begitu dapat membuat penjualan semakin bergairah lagi, tak terkecuali bagi teman-teman broker yang menjadi terbantu untuk memasarkan properti di kawasan ini.”
 
Para Developer
 
• Lippo Group – merupakan salah satu perusahaan besar yang telah berkiprah selama enam dekade di Indonesia. Lippo Group yang memiliki sejumlah bisnis mulai dari bisnis di bidang properti, kesehatan, retail, rekreasi, media, dan jasa keuangan. Lippo Group telah berhasil mengembangkan beragam jenis properti mulai dari landed house dan high rise residential yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia dan juga di luar negeri.
 
• Jababeka Group – merupakan perusahaan pengembang kawasan industri  terbuka pertama di Indonesia yang didirikan tahun 1989 dan telah terdaftar di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya sejak tahun 1994. Disamping itu, PT Jababeka Tbk. juga mengembangkan infrastruktur dan juga kota mandiri yang terpadu dengan kawasan industri. Bisnis PT Jababeka Tbk. dibagi menjadi 3 pilar utama yakni : Tanah & pengembang properti , Infrastruktur & Jasa, Leisure & Hospitality.
 
• PT Summarecon Agung Tbk. – Merupakan salah satu perusahaan ternama yang memiliki reputasi sebagai pengembang kota terpadu terkemuka yang didukung dengan beragam fasilitas. Summarecon telah mengembangkan kemampuan di segala bidang real estat: meliputi pengembangan, arsitek, teknik, manajemen proyek dan konstruksi, perencanaan tata kota, infrastruktur, teknik desain yang berkelanjutan, manajemen kota, dan manajemen properti ke dalam pengembangan kota terpadu. Perusahaan yang didirikan pada tahun 1975 ini memiliki tiga aktivitas bisnis utama yakni pengembang properti, investasi & manajemen properti, Rekreasi & Hospitality.
 
• PT Pollux Properti Indonesia Tbk. – merupakan perusahaan pengembang properti di Indonesia yang fokus dalam membangun hunian dan komersial mewah. Pollux secara aktif mengembangkan proyek apartemen premium yang mencerminkan filosofi hidup mewah dan modern. Pollux telah mengembangkan apartemen dan mixed-used development di Lombok, Cikarang, Batam, Mega Kuningan, Karawang, dan Bekasi.
 
• Vasanta – Merupakan salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia yang berpengalaman dibidang pengembangan real estate. Vasanta fokus pada pengembangan mixed-use complex dengan komitmen mengutamakan kualitas dan ketepatan waktu dalam membangun. Vasanta juga tercatat telah sukses bekerjasama dengan sederet perusahaan ternama dunia seperti Mitsubishi Corporation, GS E&C dan LOTTE E&C serta telah dan sedang memasarkan beberapa proyeknya seperti Saumata, Saumata Suites, Saumata Premier di Alam Sutera, dan Leisure project di Labuan Bajo.
 
• PT PP Properti Tbk. – merupakan anak perusahaan dari PT PP ( Persero) Tbk., perusahaan BUMN yang dibangun di tahun 1953. Selain berpengalaman dalam jasa konstruksi, PT PP Properti juga telah berkiprah di bidang properti dengan mengembangkan beragam proyek unggulannya di sejumlah kota-kota besar yang ada di Indonesia, seperti Bekasi, Surabaya, Serpong, Depok, Bogor, Bandung, Karawang, dll.
 
folder_opentags

Penulis

Tim Riset

Tim Riset

Artikel Lain