Articles worth reading

Eksbis

Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi Kuartal 1 Tahun 2020 Naik +/-40% Direktur Utama BBJ/JFX, Stephanus Paulus Lumintang

Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi Kuartal 1 Tahun 2020 Naik +/-40%

person access_time18-05-2020
Bisnistoday- Negara-negara di dunia kini sedang berjuang melawan pandemi Covid-19 tidak terkecuali dengan Indonesia. Tentu saja hal ini membawa dampak perekenomian yang cukup besar bagi negara-negara di dunia. 
 
Namun tidak demikian dengan dampak yg ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 ini di dalam perdagangan berjangka komoditi, khususnya di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX).
 
Sebagaimana yang dikatakan oleh Direktur Utama BBJ/JFX, Stephanus Paulus Lumintang, Pergerakan harga komoditas itu sendiri dan juga minat dari investor sendiri dalam bertransaksi di  berbagai kontrak komotidi yang ada di JFX. 
 
"Khususnya utk di JFX dampak Covid-19 selama pandemi sudah mulai ramai di Indonesia yang di akhir Maret dan pemberlakukan PSBB  anggal 10 April kemarin, kurang lebih di dalam 3 minggu belakangan ini relatif stabil meskipun ada kecenderungan sedikit penurunan," ujar Paulus dalam keterangan persnya, Rabu, 22/04/2020.
 
Lanjut Paulus, jika dilihat dalam pertumbuhan volume Transaksi perdagangan berjangka komoditi sepanjang Kuartal 1 Tahun 2020, volume transaksi mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu +/-40%  dari seluruh kontrak yg diperdagangkan.
 
"Perkembangan Pasar Fisik Timah yang ditargetkan Selama tahun 2020 sebesar 72.000 ton, jika dilihat pertumbuhan transaksi selama hampir 4 bulan di tahun 2020, kami optimis akan terpenuhi, dan kami prediksikan harga akan mengalami rebound setelah pandemic ini berkurang dan perputaran roda ekonomi normal kembali," tambah Paulus Lumintang.
 
Perdagangan Pasar Fisik Timah, tahun 2020 (s/d 15 April) telah membukukan sebesar 19.895 Ton. Kemudian jika dilihat dari perubahan portfolio investasi pada pandemi ini,  dalam kurun waktu kurang lebih sebulan ini banyak sekali terjadi migrasi portfolio dari para investor. 
 
"Yang sebelumnya portfolio yang sebelumnya di perdanya lebih kecil di PBK saat ini sudah banyak sekali yang tertarik dalam hal menggunakan kesempatan emas untuk bisa take profit di kontrak Loco London dan Oil," ungkapnya.
 
Sementara itu mengenai Perkembangan kontrak baru yang telah disiapkan, yakni Kontrak Emas Fisik Digital masih menunggu persetujuan final dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). 
 
Sedang kan untuk pertumbuhan 15%  selama tahun 2020, sampai saat ini masih in line dan sementara waktu belum ada perubahan, meskipun sambil mengevaluasi perkembangan dari waktu ke waktu.  dewi
folder_opentags

Penulis

bisnis today

bisnis today

Artikel Lain